Selamat Datang di Situs Resmi Pengadilan Tinggi Agama Banjarmasin - Kalimantan Selatan | Media Informasi & Transpransi Peradilan Agama Kalimantan Selatan

Statistik

Jumlah Pengunjung :
937976
Pengunjung Hari Ini :
48
User Online :
2
Terakhir Update :
28-11-2016

Pendapat Anda

Pencarian


  • Web
  • PTA Banjarmasin
  • Pilih Bahasa

    Kalender Hijriah

    Senin
    11
    Safar
    1440 H
    Agenda Satker

     

    Situs Pilihan

    Aplikasi Online

    hitung waris online

    legislasi.gif

    legislasi.gif

    rkakl-online.png

    rkakl-online.png

    sai-online.png

    sikep.png

    portal perkara

    Interaktif PTA

    ptwp link_mari.gif

    Aplikasi Perpustakaan online

    Sosial Network

     

    Tingkat Banding

    Langkah-langkah yang harus dilakukan Pemohon banding:
     
    1.
    Permohonan banding harus disampaikan secara tertulis atau lisan kepada pengadilan agama/mahkamah syar’iah dalam tenggang waktu :
         
      a.
    14 (empat belas) hari, terhitung mulai hari berikutnya dari hari pengucapan putusan, pengumuman/pemberitahuan putusan kepada yang berkepentingan;
         
      b.
    30 (tiga puluh) hari bagi Pemohon yang tidak bertempat di kediaman di wilayah hukum pengadilan agama/mahkamah syar’iah yang memutus perkara tingkat pertama. (Pasal 7 UU No. 20 Tahun 1947).
         
    2.
    Membayar biaya perkara banding (Pasal 7 UU No. 20 Tahun 1947, Pasal 89 UU No. 7 Tahun 1989).
         
    3.
    Panitera memberitahukan adanya permohonan banding (Pasal 7 UU No. 20 Tahun 1947)
         
    4.
    Pemohon banding dapat mengajukan memori banding dan Termohon banding dapat mengajukan kontra memori banding (Pasal 11 ayat (3) UU No. 20 Tahun 1947)
         
    5.
    Selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari setelah permohonan diberitahukan kepada pihak lawan, panitera memberi kesempatan kepada kedua belah pihak untuk melihat surat-surat berkas perkara di kantor pengadilan agama/mahkamah syar’iah (Pasal 11 ayat (1) UU No. 20 Tahun 1947).
         
    6.
    Berkas perkara banding dikirim ke pengadilan tinggi agama/mahkamah syar’iah provinsi oleh pengadilan agama/mahkamah syar’iah selambat-lambatnya dalam waktu 1 (satu) bulan sejak diterima perkara banding.
         
    7.
    Salinan putusan banding dikirim oleh pengadilan tinggi agama/mahkamah syar’iah provinsi ke pengadilan agama/mahkamah syar’iah yang memeriksa perkara pada tingkat pertama untuk disampaikan kepada para pihak.
         
    8.
    Pengadilan agama/mahkamah syar’iah menyampaikan salinan putusan kepada para pihak.
         
    9.
    Setelah putusan memperoleh kekuatan hukum tetap maka panitera :
         
      a.
    Untuk perkara cerai talak :
        1)
    Memberitahukan tentang Penetapan Hari Sidang penyaksian ikrar talak dengan memanggil Pemohon dan Termohon.
         
        2)
    Memberikan Akta Cerai sebagai surat bukti cerai selambat-lambatnya dalam waktu 7 (tujuh) hari.
         
      b.
    Untuk perkara cerai gugat :
         
    Memberikan Akta Cerai sebagai surat bukti cerai selambat-lambatnya dalam waktu 7 (tujuh) hari.
         
         
       

    PROSES PENYELESAIAN PERKARA :

         
         
    1.
    Berkas perkara banding dicatat dan diberi nomor register;
         
    2.
    Ketua pengadilan tinggi agama/mahkamah syar’iah provinsi membuat Penetapan Majelis Hakim yang akan memeriksa berkas;
         
    3.
    Panitera menetapkan panitera pengganti yang akan membantu majelis;
         
    4.
    Panitera pengganti menyerahkan berkas kepada ketua majelis;
         

    5.

    Panitera pengganti mendistribusikan berkas perkara ke Majelis Hakim Tinggi;
         
    6.
    Majelis Hakim Tinggi memutus perkara banding;
         
    7.
    Salinan putusan dikirimkan kepada kedua belah pihak melalui pengadilan tingkat pertama.

    Total akses : 8566